4
0
3
Lhoenna
GANDRUNG MARSAN: TOPENG SANG MATA-MATA Setelah Sayu Wiwit diasingkan dan benteng terakhir Blambangan runtuh, Kompeni mengira api perlawanan telah padam selamanya. Mereka salah. Ketika pedang tak lagi sanggup melawan meriam, rakyat Blambangan mengubah strategi: "Jika tidak bisa melawan dengan otot, lawanlah dengan seni." Inilah kisah Marsan, seorang penari Gandrung Lanang yang bangkit di era kegelapan itu. Di siang hari, ia menyamar sebagai rakyat biasa. Namun di malam hari, ia berubah menjadi p... المزيد
تقييم
إلغاء
إرسال